<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:coop="http://www.google.com/coop/namespace"
	>

<channel>
	<title>Hendra Yeo dot Com</title>
	<atom:link href="http://hendrayeo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hendrayeo.com</link>
	<description>Sharing Story, Concern, and Idea</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 May 2010 15:43:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ingin Dapat Promosi?Penuhi Dulu PQ Anda</title>
		<link>http://hendrayeo.com/concern/ingin-dapat-promosipenuhi-dulu-pq-anda/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/concern/ingin-dapat-promosipenuhi-dulu-pq-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 15:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Concern]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Sudah bekerja keras dan giat, bahkan sempat jatuh sakit, tapi mengapa promosi yang Anda kejar itu tidak juga datang kepada Anda? Menurut Yoris Sebastian, Creative Consultant dari OMG Creative mengatakan, bahwa kebanyakan kita mengutamakan IQ atau SQ untuk bisa maju dalam karier, namun seringkali terlupa akan PQ. PQ (Promotable Quotient) merupakan sebuah kiat untuk bisa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/05/promotion_965844.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-160" title="promotion_965844" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/05/promotion_965844.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Sudah bekerja keras dan giat, bahkan sempat jatuh sakit, tapi mengapa promosi yang Anda kejar itu tidak juga datang kepada Anda? Menurut Yoris Sebastian, Creative Consultant dari OMG Creative mengatakan, bahwa kebanyakan kita mengutamakan IQ atau SQ untuk bisa maju dalam karier, namun seringkali terlupa akan PQ. PQ (Promotable Quotient) merupakan sebuah kiat untuk bisa melaju lebih lanjut dalam karier. Yoris, yang pernah menjabat sebagai General Manager Hard Rock Cafe ketika ia  berusia ke-26 tahun ini berbagi tips bagaimana memperkaya PQ pada acara Road to Young Caring Professional Award Office to Office Roadshow di Jakarta, beberapa waktu lalu.<span id="more-159"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dari sekian banyak poin dalam PQ, Yoris membagi 9 poin terutama agar seseorang bisa lebih memaksimalkan kariernya. Berikut di antaranya:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Happynomics</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kebanyakan orang bicara soal passion untuk kerja agar bisa tetap bergairah dan bersemangat mengerjakan apa yang ia kerjakan. Namun, saya menggunakan istilah sendiri, yakni Happynomics,&#8221; terang Yoris. Menurutnya, Happynomics berarti melakukan hal-hal yang membuat seseorang senang, tapi juga memiliki nilai ekonomi di dalamnya. Jika belum memiliki pilihan mengenai apa yang Anda senangi, Yoris mengatakan, untuk mencoba membuat daftar hal-hal yang ingin dilakukan tapi belum sempat dilakukan, lalu lihat apa yang bisa dijadikan uang. Jika memang belum memungkinkan untuk dijadikan tempat menuai penghasilan, lakukan hal tersebut di luar jam kerja. Meski penting untuk melakukan apa yang kita inginkan, tetap harus realistis, bahwa kita butuh penghasilan yang pasti, jangan tiba-tiba meninggalkan pekerjaan untuk mengejar mengerjakan apa yang kita sukai saja.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Berorientasi pada hasil</p>
<p style="text-align: justify;">Meski kita bekerja hingga tengah malam, atasan tak akan peduli jika hasilnya sama saja. Lama Anda bekerja tidak akan berarti jika hasilnya tidak banyak. Mulailah untuk melihat hasil Anda sendiri. Hitung hasil yang telah Anda kerjakan setiap hari, lalu akumulasikan setiap minggunya. &#8220;Ada buku yang mengatakan bahwa ketika kita bekerja 10 ribu jam, kita menjadi ahli dalam bidang tersebut,&#8221; terang Yoris. Namun, &#8220;Waktu kerja yang lama tak akan berarti jika tak ada hasilnya,&#8221; papar Yoris.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Lakukan 70:20:10</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup harus seimbang, tetapi kita masih tetap harus realistis. Kita harus tetap menyisihkan waktu kerja sebagai yang teratas. Maka, Yoris menganjurkan untuk membagi waktu 70 persen dalam seminggu untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan. Sebanyak 20 persen untuk melakukan apa yang menjadi gairah Anda, dan sisanya, sebanyak 10 persen untuk melakukan hal-hal idealis, misalnya beramal.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Anda bisa juga mencoba menggunakan Google calendar untuk memberi tanda warna pada tanggalan aktivitas. Dari sana, Anda bisa mengukur pembagian waktu Anda dalam seminggu,&#8221; saran Yoris.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Knowledge Makes You Powerful</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jangan malas untuk memperkaya diri dengan pengetahuan. Ketika kita kaya akan pengetahuan, banyak mengetahui data, maka kita akan lebih powerful (berdaya),&#8221; ungkap Yoris. Perkayalah pengetahuan lewat buku, internet, Twitter, slideshare, dan saluran lainnya. Ambil inspirasi dari berbagai pengetahuan yang Anda dapat, jangan meng-copy lalu paste. Karena, ketika Anda mengetahui sesuatu lebih banyak dari orang lain, Anda jadi lebih berdaya.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Judge the Book by It&#8217;s Cover</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kebanyakan orang akan berkata &#8216;Don&#8217;t judge a book by it&#8217;s cover&#8217;. Tetapi, tak bisa diingkari, bahwa penampilan itu memang penting. Jadi, please do care about your grooming,&#8221; pinta Yoris. Ketika Anda berdandan persis serupa dengan semua orang, kadang Anda bisa &#8220;tenggelam&#8221; di antara kebanyakan orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Yoris mencontohkan dirinya sendiri. Ketika ia bekerja di Hard Rock Cafe, ketika semua orang mengenakan pakaian santai, seperti celana jins dan kaus, ia berusaha menjadi berbeda, ia mengenakan kemeja lengan pendek dan berdasi. Sebaliknya, ketika ia menjadi seorang konsultan, yang biasanya diidentikkan dengan orang-orang yang berpakaian rapi, kemeja berdasi dan celana bahan, Yoris justru mengenakan kaus bertuliskan pesan, dan celana bahan. Ia tak menyarankan untuk Anda mengenakan pakaian seperti dirinya, namun ia menyampaikan pesan untuk mencoba menjadi unik. Karena lewat keunikan tersebut, Anda bisa lebih dikenal dan diingat oleh orang lain. Tapi, jangan lupa, ketika ingin menjadi berbeda, lakukan dengan alasan dan sarana yang tepat. Jangan sampai diingat karena hal yang buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Be Accountable</p>
<p style="text-align: justify;">Yoris mengatakan, &#8220;Old school employee focus on process. Creative employee focus on results.&#8221; Menjadi seseorang yang rajin melakukan segala hal yang baku, sesuai buku teks, tidaklah cukup. Yoris menyarankan agar Anda mau mengerjakan sesuatu tak hanya sesuai job desc, tapi lebih dari yang diharapkan. Agar Anda bisa diingat dan diandalkan oleh atasan Anda. Lakukan terobosan-terobosan yang baik yang bisa menunjukkan bakat tersembunyi Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Learn Persuasive Skill</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Anda sudah memperkaya diri, kini saatnya Anda &#8220;menjual&#8221; diri. Pelajari ilmu-ilmu pemasaran dan pengembangan diri. Ikuti kursus, seminar, workshop, dan baca buku. Dengan begini, Anda akan selangkah lebih maju untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">8. Minta Evaluasi Tertulis</p>
<p style="text-align: justify;">Evaluasi hasil kerja merupakan hak dan kewajiban seorang pegawai. Ia harus mau belajar mengenali kekurangan dan kelebihannya. Pastikan Anda mengetahui secara pasti gol dalam hidup dan karier. Ketika Anda mendapatkan evaluasi, Anda bisa menjadikan hal tersebut sebagai pacuan dan dorongan untuk bekerja lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">9. Don&#8217;t Stop Believin&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Anda adalah apa yang Anda pikir tentang Anda. Jangan terpaku pada satu hal, cobalah terus menggali tentang banyak hal. Jangan patah arang ketika menemukan kendala. &#8220;Creativity is a skill, not a genetic,&#8221; tutup Yoris.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Kompas.com Tanggal 29-3-2010</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/concern/ingin-dapat-promosipenuhi-dulu-pq-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Concern]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Karir]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Promosi]]></coop:keyword>
	</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Rasa Jenuh Pada Pekerjaan</title>
		<link>http://hendrayeo.com/concern/mengatasi-rasa-jenuh-pada-pekerjaan/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/concern/mengatasi-rasa-jenuh-pada-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 11:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Concern]]></category>
		<category><![CDATA[Jenuh Pada Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Jenuh Pada Rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[Mengatasi Rasa Jenuh]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi Jenuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tantangan tersulit untuk dilewati dalam karier seseorang adalah ketika berhadapan dengan kejenuhan. Setiap kita yang bekerja dalam suatu waktu pasti akan menemui kondisi ini. Umumnya, bisa terselesaikan dengan pendekatan dan kemauan untuk introspeksi diri. Ketika Anda mulai jalan terseok-seok menuju kantor, merasa tak ada tantangan baru, atau merasa tak ada masa depan pada]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/03/boringatwork.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-156" title="boringatwork" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/03/boringatwork.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Salah satu tantangan tersulit untuk dilewati dalam karier seseorang adalah ketika berhadapan dengan kejenuhan. Setiap kita yang bekerja dalam suatu waktu pasti akan menemui kondisi ini. Umumnya, bisa terselesaikan dengan pendekatan dan kemauan untuk introspeksi diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Anda mulai jalan terseok-seok menuju kantor, merasa tak ada tantangan baru, atau merasa tak ada masa depan pada pekerjaan Anda, maka hal ini akan berpengaruh pada kualitas pekerjaan Anda. Ironisnya, ketidakpuasan akan pekerjaan bisa menjadi hambatan terbesar untuk mendapatkan kesempatan yang Anda inginkan. Mirip lingkaran yang tak berujung.<span id="more-155"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Coba lakukan langkah-langkah berikut untuk mengatasi kejenuhan dalam pekerjaan:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Menilai ulang prestasi Anda</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bangunlah kepercayaan diri Anda dengan menera ulang bakat dan prestasi profesional yang sudah Anda gapai selama ini. Tetapkan 3 proyek atau hasil kerja yang paling Anda banggakan, dan tilik, apa hal paling Anda senangi dari keberhasilan proyek tersebut? Apakah karena kesenangan Anda untuk mengatur orang? Apakah kepuasan untuk mendapatkan solusi untuk tantangan bisnisnya? Atau karena kesempatan untuk mencoba hal baru? Ketika Anda sudah mengetahui aspek paling membanggakan tersebut, lihat apakah Anda bisa mengupayakan agar hal-hal semacam itu bisa dibuat lebih sering? Misal, jika Anda mendapati bahwa merencanakan program acara (event planning) adalah hal yang Anda sukai, tanyakan kepada atasan Anda apakah memungkinkan untuk memposisikan Anda ke posisi yang banyak mengkoordinasi jadwal dan rapat?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Meningkatkan kemampuan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mengejar kesempatan untuk membangun keahlian atau kemampuan lain bisa membuat Anda lebih maju dalam pekerjaan dan menantang intelektual Anda. Mengikuti kursus-kursus atau tempat kuliah bisa menjadi pilihan. Jangan lupa untuk mengecek kebijakan perusahaan Anda mengenai pembiayaan sekolah/kuliah, atau tanyakan pula mengenai kesempatan pelatihan internal. Keahlian atau kemampuan yang Anda dapatkan juga bisa meningkatkan kemungkinan Anda untuk mendapatkan promosi atau kenaikan gaji.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Memperluas lingkup kerja</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika memungkinkan, coba tawarkan bantuan Anda secara sukarela untuk proyek-proyek menumpuk di kantor, meski hal tersebut berada di luar deskripsi pekerjaan Anda. Dengan berusaha mencoba melakukan tugas-tugas lain bisa meningkatkan nilai inisiatif Anda di mata atasan. Dengan melakukan hal ini pun, bisa membantu Anda mengetahui bakat-bakat terpendam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Katakan apa yang Anda ingin katakan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan takut untuk berbagi ide yang bisa menambahkan fungsi atau proses. Terlebih lagi, katakan pada atasan Anda apa yang bisa Anda lakukan untuk berkontribusi dan bagaimana usaha Anda tersebut bisa meningkatkan hasilnya. Berbagi pikiran pun bisa menanamkan bibit proyek-proyek baru yang bisa Anda bantu, tanggung jawab yang bisa Anda dapatkan dari sana akan mendorong Anda untuk lebih bersemangat mengerjakan pekerjaan rutin Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Lebih terlibat dalam kegiatan komunitas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda bisa memperluas pengalaman dan meningkatkan kemampuan di lapangan dengan secara sukarela menjadi pemimpin kegiatan-kegiatan grup, menjadi mentor, atau lainnya. Melalui kegiatan-kegiatan semacam ini, Anda bisa meningkatkan antusiasme terhadap profesi Anda, sekaligus membantu rekan Anda untuk lebih maju dalam karier mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Pikirkan kemungkinan untuk perubahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski sudah berupaya keras, Anda masih merasa kurang tertantang atau tak terpuaskan dengan karier yang sekarang. Bahkan sulit untuk mendapatkan efek perubahan yang positif pada lingkungan pekerjaan Anda. Dalam kasus-kasus seperti ini, pilihan yang bisa Anda lakukan adalah untuk lebih obyektif dalam menilai situasi. Apakah Anda akan lebih produktif jika bekerja di lingkungan yang berbeda? Atau apakah Anda sudah menjajaki profesi yang tepat? Kadang, perubahan substansial bisa membantu Anda menghadapi tantangan yang sedang dihadapi. Ketika Anda terjebak dalam rutinitas membosankan pekerjaan, mencari jalan keluar adalah solusi termudah. Kuncinya adalah untuk tidak menyerah kepada kefrustasian begitu saja. Dengan mengambil beberapa langkah ke arah yang berbeda, Anda bisa menemukan diri Anda keluar dari rutinitas karier dan menemukan jalan yang lebih memuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: msn, Kompas.com Tanggal 2-2-2010</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/concern/mengatasi-rasa-jenuh-pada-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Concern]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Jenuh Pada Pekerjaan]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Jenuh Pada Rutinitas]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Mengatasi Rasa Jenuh]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Solusi Jenuh]]></coop:keyword>
	</item>
		<item>
		<title>10 Tanda Saatnya Anda Resign</title>
		<link>http://hendrayeo.com/concern/10-tanda-saatnya-anda-resign/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/concern/10-tanda-saatnya-anda-resign/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 02:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Concern]]></category>
		<category><![CDATA[Berhenti Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Resign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah polling dilakukan oleh Gallup Poll terhadap karyawan-karyawan di Amerika, mendapati bahwa sebanyak 71 persen respondennya merasa tidak kerasan dengan pekerjaan/tempat kerjanya. Apa yang harus dilakukan? Tetap menjalani pekerjaan meski merasa tidak bahagia atau mencari pekerjaan baru dengan harapan akan mendapatkan tempat yang bisa lebih membahagiakan? Pilihan pindah kerja ke tempat yang lain ada di]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/03/stress-at-work.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-153" title="stress-at-work" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/03/stress-at-work-300x299.gif" alt="" width="300" height="299" /></a>Sebuah polling dilakukan oleh Gallup Poll terhadap karyawan-karyawan di Amerika, mendapati bahwa sebanyak 71 persen respondennya merasa tidak kerasan dengan pekerjaan/tempat kerjanya. Apa yang harus dilakukan? Tetap menjalani pekerjaan meski merasa tidak bahagia atau mencari pekerjaan baru dengan harapan akan mendapatkan tempat yang bisa lebih membahagiakan?</p>
<p style="text-align: justify;">Pilihan pindah kerja ke tempat yang lain ada di tangan Anda. Berikut adalah 10 tanda untuk Anda perhatikan, jika salah satu atau beberapa tanda ini Anda rasakan, maka sudah saatnya Anda memikirkan untuk pindah kerja.<span id="more-152"></span><strong>1. Rekan kerja yang mengesalkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Rekan kerja bisa jadi sangat menyenangkan, tapi ada juga yang sangat menyebalkan. Bukan hal yang mengesalkan ketika Anda mendapatkan rekan kerja yang menyenangkan. Namun, bagaimana caranya bisa menyelesaikan pekerjaan ketika rekan kerja Anda kerjanya bikin kesal? Entah itu membuat Anda kesal dengan caranya yang suka menyindir, datang terlambat, pulang cepat, bicara keras di telepon, mengecilkan Anda di muka umum, atau senang mengganggu Anda di jam kerja dengan gosip-gosipnya? Jika memang rekan kerja yang seperti itu ada lebih dari 1 atau lebih dari yang bisa Anda hadapi, maka sudah saatnya Anda mencari tempat kerja baru, entah minta relokasi divisi atau tempat duduk, atau pindah perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Tak semangat berangkat kerja</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap Minggu malam, Anda pun bersungut-sungut memikirkan keesokan hari yang berarti Anda harus  berangkat ke kantor lagi. Ketika Anda menghabiskan lebih dari 40 jam dalam seminggu untuk bekerja, rasa tak malas berangkat bekerja adalah hal terakhir yang seharusnya ada di pikiran Anda. Jika memang itu yang terjadi, maka sudah saatnya Anda memikirkan untuk mengganti pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Teramat jenuh</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan orang senang untuk menyukai tantangan di pekerjaannya. Jika pekerjaan Anda mulai terasa mudah atau berulang, maka ini adalah tanda bahwa Anda butuh tanggung jawab atau perubahan peran dalam pekerjaan. Tapi jangan salah artikan kebosanan dengan kemalasan. Ada perbedaan besar antara menonton YouTube seharian sementara pekerjaan menumpuk di sebelah Anda dengan menonton YouTube seharian karena pekerjaan sudah Anda selesaikan semua sejak pagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Perusahaan dalam masalah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keadaan ekonomi dunia saat ini masih belum stabil benar. Jika Anda merasa perusahaan memiliki masalah dengan keuangan atau kesulitan untuk bisa tetap berdiri, jangan lalu ambil langkah gegabah. Tanyakan kepada atasan Anda keadaan yang sebenarnya, baru pikirkan langkah berikutnya. Jika memang menuju titik nol, ada baiknya Anda memikirkan untuk pindah perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Tak merasa kerasan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Amat penting bagi seseorang untuk bisa merasa kerasan. Jika kompetisi yang ada di perusahaan terasa tidak adil, kolega Anda mencuri ide, ada konflik etika dan nilai antara Anda dengan perusahaan, atau mungkin tidak sepaham dengan kebijakan manajemen, mungkin sudah saatnya Anda mencari perusahaan yang bisa memberikan hal-hal krusial tersebut bagi Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Bos yang tak menyenangkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Percaya atau tidak, hubungan Anda dengan atasan memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan profesional Anda, secara kebahagiaan dan sukses. Lagipula, bahkan pekerjaan terbaik pun akan menjadi sangat tidak menyenangkan ketika Anda berhadapan dengan bos yang menyebalkan. Jika Anda tidak memiliki cara pandang atau visi yang sama atau atasan Anda tidak bisa dipercaya atau tidak suka melihat Anda maju, maka sudah saatnya Anda mencari tempat dengan atasan baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Karier jalan di tempat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda sudah melakukan pekerjaan yang sama selama beberapa tahun belakangan ini, Anda sudah siap mendapatkan tanggung jawab baru. Atau Anda sudah kehilangan gairah untuk melakukan apa yang biasanya Anda sukai. Atau Anda bekerja di perusahaan yang tidak bisa memberikan pekerjaan berbeda dengan yang sedang emban. Cobalah untuk membicarakan tentang kemungkinan peran atau tanggung jawab baru yang bisa Anda lakukan, atau mencoba tugas yang berbeda. Ekspresikan pada atasan Anda mengenai keinginan untuk membangun kemampuan dan cara untuk mencapai gol Anda. jika tak ada alternatif lain yang bisa Anda coba, mungkin sudah saatnya Anda mencoba mencari tempat baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8. Anda tidak dihargai</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penghargaan atas prestasi memiliki peran cukup penting. Perasaan bahwa Anda sudah memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan akan menjadi hal yang baik untuk Anda. Jika perusahaan Anda tidak melakukan hal apa pun untuk menghargai hasil karya Anda, maka Anda akan merasa tersia-sia atau tak dianggap.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>9. Lingkungan kerja tak menyenangkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tempat kerja yang memiliki energi negatif atau moral rendah akan menguras setiap karyawannya, bahkan yang pada awalnya memiliki energi positif sekali pun. Jika Anda selalu merasa stres, depresi, atau sifat periang Anda berubah menjadi negatif, mungkin sudah saatnya Anda mengeksplor pilihan pekerjaan lain di luar sana.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>10. Kelelahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Terlalu banyak proyek yang ditangani sama dengan jadwal kerja yang berlebihan. Jika hal ini hanya terjadi sesekali saja, mungkin bisa membantu Anda untuk memacu diri, dan bersifat sebagai tantangan baru untuk Anda. Tapi proyek demi proyek seakan tak ada ujungnya dan terus berulang, pulang tengah malam, kehidupan sosial Anda pun hilang begitu saja, maka sudah saatnya Anda membantu diri sendiri dengan mencari pekerjaan baru.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/concern/10-tanda-saatnya-anda-resign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Concern]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Berhenti Kerja]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Resign]]></coop:keyword>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Tanpa Kartu Kredit</title>
		<link>http://hendrayeo.com/concern/hidup-tanpa-kartu-kredit/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/concern/hidup-tanpa-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 02:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Concern]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Alasan kepraktisan, kemudahan, dan cicilan saat hati tergoda barang tertentu yang tak mampu dibeli secara tunai menjadi daya tarik bagi kebanyakan orang mengisi formulir aplikasi kartu kredit yang semakin mudah saja didapatkan. Ironisnya, pengguna kartu kredit pun menyadari bahwa mereka tengah berutang dari sekadar menggesek kartu kredit. Jika sudah mulai kapok memanjakan diri dengan kartu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/03/credit-card-cutup.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-149" title="credit-card-cutup" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/03/credit-card-cutup-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Alasan kepraktisan, kemudahan, dan cicilan saat hati tergoda barang tertentu yang tak mampu dibeli secara tunai menjadi daya tarik bagi kebanyakan orang mengisi formulir aplikasi kartu kredit yang semakin mudah saja didapatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ironisnya, pengguna kartu kredit pun menyadari bahwa mereka tengah berutang dari sekadar menggesek kartu kredit. Jika sudah mulai kapok memanjakan diri dengan kartu kredit dan berniat berhenti dari ketergantungan, terima tantangan dan segera mulai langkahnya :<span id="more-148"></span></p>
<p style="text-align: justify;">1. Atur keuangan, bayar semua utang!</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Segera sisihkan uang bulanan untuk membayar utang kartu kredit, mulai dari kartu kredit dengan bunga tertinggi. Disiplinkan diri untuk mulai membayar secara bertahap semua utang dan ingatkan diri sendiri untuk tidak lagi berutang melalui kartu kredit. Begitu sudah membayar semua kewajiban keuangan, Anda sudah memulai langkah awal hidup tanpa kartu kredit.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Merencanakan pengeluaran bulanan sesuai pos</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Rencanakan keuangan bulanan dengan menyiapkan anggaran pengeluaran, termasuk cicilan rumah, perlengkapan rutin bulanan, makan, transportasi, pakaian, dan entertainment.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Mengubah pola hidup</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Cermati kembali gaya hidup Anda dan pangkas apa yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dilakukan. 80 persen gaji kita terutama perempuan digunakan untuk entertainment, belanja barang diskon, dan ini merupakan pemborosan yang seharusnya bisa dihindari. Lebih mengkhawatirkan lagi, kita belanja dengan berutang menggunakan kartu kredit. Artinya, kita menggunakan uangnya tanpa peduli sejauh mana bisa membayar utang dan bunganya. Hidup tanpa kartu kredit sebenarnya bentuk pengorbanan atas kepuasan sesaat untuk mendapatkan tujuan jangka panjang yang lebih menguntungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Gunakan kartu debit jika dibutuhkan</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Kebiasaan kita berbelanja kebutuhan dengan kemudahan pembayarannya sebenarnya bisa diatasi dengan kartu debit. Kita tidak berutang karena uang di rekening bank kita sendiri yang digunakan untuk membayar kebutuhan. Kartu debit juga lebih praktis karena kitaa tak perlu membawa uang tunai, bukan? Hampir setiap toko sudah menyediakan layanan ini, jadi tak ada alasan kita masih kecanduan kartu kredit.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Berkomitmen menyisihkan gaji untuk tabungan</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Mulai membangun kebiasaan menabung dengan menyisihkan gaji bulanan sekecil apa pun nilainya karena akan menyelamatkan masa depan kita. Jika saldo rekening bank kita terus bertambah, sewaktu-waktu kita membutuhkan dana darurat untuk operasi besar, misalnya, kita tidak semakin tertekan dengan utang karena bergantung pada kartu kredit.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah siapkah berperang melawan kecanduan kartu kredit?</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: LiveStrong, Kompas.com Tanggal 29-1-2010</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/concern/hidup-tanpa-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Concern]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Kartu Kredit]]></coop:keyword>
	</item>
		<item>
		<title>Trik Menghadapi Senior Di Kantor</title>
		<link>http://hendrayeo.com/idea/trik-menghadapi-senior-di-kantor/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/idea/trik-menghadapi-senior-di-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 12:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Menghadapi Senior]]></category>
		<category><![CDATA[Senioritas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki dunia kerja kerap kali membuat para pekerja baru merasa deg-degan dan was-was. Salah satu yang kadang bikin senewen adalah menghadapi senior. Langkah-langkah berikut bisa membantu Anda mencairkan rasa kekakuan yang terjadi di antara Anda dan para senior. Rajin menyapa, Di mana pun Anda berada, berlaku hukum alam: yang junior menghormati senior. Ini pun berlaku]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/02/seniority.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-146" title="seniority" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/02/seniority-206x300.jpg" alt="" width="206" height="300" /></a>Memasuki dunia kerja kerap kali membuat para pekerja baru merasa deg-degan dan was-was. Salah satu yang kadang bikin senewen adalah menghadapi senior. Langkah-langkah berikut bisa membantu Anda mencairkan rasa kekakuan yang terjadi di antara Anda dan para senior.<span id="more-145"></span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Rajin menyapa,</strong> Di mana pun Anda berada, berlaku hukum alam: yang junior menghormati senior. Ini pun berlaku saat Anda memasuki dunia kerja. Hargailah para senior di kantor Anda, karena mereka sudah ada di sana sebelum Anda datang. Rajin menyapa dengan hangat tanpa pura-pura, akan menjadi cara membuka komunikasi yang baik. Tetapi jangan terlalu rajin, ya, nanti mereka malah ilfil.</li>
<li><strong>Jaga sikap, </strong>Perlakukan para senior dengan kesopanan yang memadai, tidak berlebihan. Pintar-pintarlah menyesuaikan diri dengan lingkungan kantor. Kalau rekan-rekan di sana menyukai ketenangan, hindarilah bersuara dengan melengking tinggi atau menelepon dengan suara keras.</li>
<li><strong>Banyak tanya,</strong> Bertanya sebanyak mungkin tentang tugas-tugas yang akan Anda kerjakan. Bila belum jelas, jangan sungkan bertanya lagi. Lebih baik banyak bertanya hingga pekerjaan Anda tuntas, daripada Anda dianggap tak mampu melakukan pekerjaan baru. Tanyakan pula tentang pengalaman para senior itu selama bekerja. Bila mereka senang bekerja di perusahaan tersebut, Anda akan banyak menyerap informasi yang baik untuk memuluskan Anda melakukan pekerjaan. Tetapi, jangan terlalu banyak bertanya juga sehingga mengganggu pekerjaan si senior.</li>
<li><strong>Ajak diskusi,</strong> Bila Anda ditugaskan melakukan hal yang baru, ajak mereka untuk diskusi. Mereka akan senang jika keberadaan mereka Anda hargai. Meski Anda punya pendapat sendiri, jangan halangi keinginan mereka untuk mengeluarkan pendapat. Mereka akan merasa dihargai, dan Anda akan mudah untuk mensosialisasikan program baru.</li>
<li><strong>Keputusan bersama,</strong> Ajak para senior menjadi bagian mengambil keputusan dari program atau proyek Anda. Dengan demikian, Anda akan mendapat dukungan dari hal yang sedang dikerjakan. Bukan tidak mungkin dengan pengalaman yang mereka miliki, Anda akan banyak terbantu.</li>
<li><strong>Beri pujian,</strong> Jangan pelit memberikan pujian yang layak bagi kaum senior atas apa yang mereka lakukan. Hal ini bukan berarti menjadi penjilat. Ini mendatangkan hal baik bagi senior dan diri Anda.</li>
<li><strong>Dress code,</strong> Perhatikan penampilan Anda. Bila memungkinkan, kenakan busana dan gaya pakaian yang hampir mirip dengan mereka. Hal ini bukan membuat Anda menjadi sama dengan mereka. Walaupun hampir sama, Anda tetap dapat menunjukkan pesona diri Anda. Tetaplah menjadi diri Anda. Misalnya saja, kalau mereka berpakaian rapi dan sopan, upayakan Anda pun demikian. Ini menjadi salah satu upaya mudah beradaptasi untuk diterima di suatu lingkungan. Di sisi lain, Anda tidak melakukan hal yang merugikan, kok. Perhatikan juga kebersihan sepatu, rambut, makeup, dan kuku. Pokoknya, jadikan diri Anda nyaman dilihat.</li>
<li><strong>Ngopi bareng,</strong> Bila sedang santai, tidak ada salahnya ikut nimbrung dengan mereka untuk minum kopi, makan siang, atau beberapa acara kantor.</li>
<li><strong>Sediakan telinga Anda,</strong> Upayakan berkomunikasi dengan ramah. Menjadi pendengar yang baik pun akan membantu Anda. Namun begitu, jangan biarkan Anda terlibat dalam gosip yang tidak penting.</li>
<li><strong>Jaga privasi,</strong> Jaga informasi hal pribadi dengan baik. Menjadi pribadi terbuka memang baik, tetapi jangan terlalu terbuka tentang pribadi Anda. Ingat tempat ini merupakan tempat bekerja, jadi rekan sekerja hanya merupakan rekan kerja. Berbeda kalau dengan sahabat Anda. Ada hal yang Anda buka, namun tetap sisakan beberapa detail privasi Anda.</li>
<li><strong>Hadiah kecil,</strong> Tak ada salahnya, bila proyek Anda ada yang berhasil, Anda memberikan sedikit hadiah bagi rekan-rekan senior. Misalnya saja, memesan pizza dan atau makanan kecil lainnya dan menyantapnya beramai-ramai. Tindakan ini memang terlihat seperti menyogok, tapi kalau membuat orang lain senang, why not?</li>
<li><strong>Serius santai,</strong> Ada kalanya Anda tidak perlu terlalu serius bila bicara dengan para senior. Sesekali ada baiknya Anda selingi dengan mengobrol santai yang topiknya ringan, yang tak harus mengerutkan kening. Beri selingan humor yang lucu dan menarik. Coba cari humor menarik di internet, buku, atau majalah. Perlu diingat, pilihlah humor yang tidak berbau vulgar atau SARA.</li>
<li><strong>Easy going,</strong> Jangan menganggap senior adalah serigala yang akan memakan Anda di kantor. Anggap saja mereka teman baru Anda. Kalau dipikir-pikir, mereka juga sama salting-nya seperti Anda ketika mereka baru pertama kali bekerja. Bersikap bijaksana, sabar, dan sopan, adalah kunci terbukanya pintu bagi senior untuk menerima Anda sebagai tim kerja. Terpenting, pastikan Anda hadir bukan sebagai musuh mereka. Justru adanya Anda untuk membantu kerja mereka.(Aryani Indrastati/Majalah CHIC)</li>
</ol>
<p>Sumber : Kompas.com Tanggal 6-1-2010</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/idea/trik-menghadapi-senior-di-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Idea]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Menghadapi Senior]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Senioritas]]></coop:keyword>
	</item>
		<item>
		<title>10 Kesalahan Saat Job Interview</title>
		<link>http://hendrayeo.com/idea/10-kesalahan-saat-job-interview/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/idea/10-kesalahan-saat-job-interview/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 03:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Interview Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Job Interview]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Panggilan untuk wawancara yang ditunggu-tunggu telah datang. Wajar bila Anda begitu bersemangat untuk menghadapinya. Hati-hati, jangan sampai semangat Anda malah merusak kesempatan itu. Misalnya, dengan memberikan jawaban yang kurang bijaksana. Apa saja hal-hal yang bisa bikin nilai &#8220;pasaran&#8221; Anda turun di mata pewawancara? Anda mengatakan, &#8220;Inilah pekerjaan impian saya.&#8221; Walaupun Anda bersungguh-sungguh mengatakannya, 70 persen]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/02/Job-Interview.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-143" title="Job Interview" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/02/Job-Interview-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a>Panggilan untuk wawancara yang ditunggu-tunggu telah datang. Wajar bila Anda begitu bersemangat untuk menghadapinya. Hati-hati, jangan sampai semangat Anda malah merusak kesempatan itu. Misalnya, dengan memberikan jawaban yang kurang bijaksana. Apa saja hal-hal yang bisa bikin nilai &#8220;pasaran&#8221; Anda turun di mata pewawancara?<span id="more-142"></span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Anda mengatakan, &#8220;Inilah pekerjaan impian saya.&#8221; </strong>Walaupun Anda bersungguh-sungguh mengatakannya, 70 persen pewawancara tidak akan terlalu tertarik. Sebab mereka telah mendengar hal yang sama dari pelamar-pelamar lainnya. Akan lebih baik jika Anda memikirkan jawaban yang &#8220;out of the box&#8221;, atau mengatakan bahwa Anda adalah team player yang baik. Setelah itu jelaskan mengapa Anda hebat dalam hal itu.</li>
<li><strong>Anda menjelek-jelekkan bos lama Anda.</strong> Meskipun Anda terlihat smart saat wawancara, ada baiknya tidak menganggap lemah ataupun menjelek-jelekkan mantan atasan karena menganggap kepimpinannya yang kurang baik. Anda akan dinilai tidak respek pada atasan.</li>
<li><strong>Menanyakan jatah cuti, padahal belum diterima.</strong> Anda boleh saja punya harapan tentang jatah cuti. Namun jangan bicarakan di awal wawancara, terlebih wawancara pertama. Anda juga tak perlu mengemukakan tentang liburan panjang yang selalu Anda lakukan bersama keluarga setiap tahun. Sebab pewawancara ingin mendengar sebesar apa kontribusi yang akan Anda lakukan pada perusahaan saat diterima nanti.</li>
<li><strong>Minum air mineral atau kopi?</strong> Sebaiknya hindari minuman berkafein sebelum wawancara, karena bisa menciptakan bau mulut. Selain itu efek kafein bisa merusak konsentrasi saat wawancara, membuat Anda cepat haus, dan ingin buang air terus.</li>
<li><strong>Anda berdandan sangat seksi dan menantang.</strong> Hmm&#8230; Anda bukan datang untuk peragaan busana, kan? Jangan berdandan berlebihan yang membuat Anda dinilai lebih mementingkan penampilan ketimbang otak Anda. Pakaian sebaiknya tidak menggunakan detail yang terlalu ramai, semisal gelang yang bergemericing ataupun atasan dengan belahan dada yang rendah. Terlebih jika Anda mengenakan pakaian transparan yang menyiarkan warna pakaian dalam Anda.</li>
<li><strong>Membicarakan gaji terlalu dini.</strong> Semua pewawancara tahu, kalau Anda pindah kerja untuk mencari penghasilan yang lebih baik. Namun jangan pernah menanyakan soal gaji jika mereka tidak memulainya, termasuk untuk negosiasi gaji. Hal-hal itu akan diungkapkan pada waktunya nanti.</li>
<li><strong>Sok akrab.</strong> Memang menciptakan suasana santai dan ramah pada pewawancara sangat penting untuk menjalin komunikasi yang baik. Namun jangan terlalu berlebihan. Misalnya membuat banyolan yang membuat mereka merasa Anda punya kepribadian yang aneh.</li>
<li><strong>Memakai jeans.</strong> Meskipun kantor yang akan Anda datangi memiliki aturan yang sangat longgar soal berbusana, bukan berarti Anda bebas menggunakan jeans saat interview. Gunakan saja celana panjang hitam dengan jaket yang chic.</li>
<li><strong>Tidak mematikan ponsel.</strong> Anda tidak mau terganggu dengan telepon masuk saat Anda berada di tengah-tengah wawancara, kan? Hal itu bukan saja dianggap tidak sopan, Anda juga akan dianggap tidak serius.</li>
<li><strong>Datang terlambat.</strong> Sudah pasti dalam benak pewawancara, Anda bukan orang yang disiplin, tidak menghargai waktu, tidak bisa memperhitungkan waktu, dan terlalu cuek.</li>
</ol>
<p>Sumber : Kompas.com Tanggal 12-1-2010</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/idea/10-kesalahan-saat-job-interview/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Idea]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Interview Pekerjaan]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Job Interview]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Wawancara Kerja]]></coop:keyword>
	</item>
		<item>
		<title>5 Cara Agar Mampu Berkembang Dalam Karir</title>
		<link>http://hendrayeo.com/idea/5-cara-agar-mampu-berkembang-dalam-karir/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/idea/5-cara-agar-mampu-berkembang-dalam-karir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 10:07:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Karir Berkembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Pilihan karir dan pekerjaan ada di tangan Anda. Setiap putusan pasti melahirkan konsekuensi yang membuat Anda bertumbuh, atau sebaliknya, melahirkan kegelisahan hingga akhirnya Anda berpaling ke profesi lain. Keputusan yang tepat berawal dari sejauh mana Anda mengenali diri sendiri, dan membuat putusan atasnya, kemudian berjaya dengan karier yang menjadikan Anda pribadi sukses. Untuk Anda yang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/02/excited2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-139" title="excited2" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/02/excited2-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" /></a>Pilihan karir dan pekerjaan ada di tangan Anda. Setiap putusan pasti melahirkan konsekuensi yang membuat Anda bertumbuh, atau sebaliknya, melahirkan kegelisahan hingga akhirnya Anda berpaling ke profesi lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan yang tepat berawal dari sejauh mana Anda mengenali diri sendiri, dan membuat putusan atasnya, kemudian berjaya dengan karier yang menjadikan Anda pribadi sukses. Untuk Anda yang ingin berganti pekerjaan lantaran ketidakpuasan, cermati lagi faktor berikut ini :<span id="more-138"></span></p>
<p style="text-align: justify;">1. Kerjakan yang Anda senangi</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Tahap awal yang teramat penting dalam perencanaan karier adalah mencari tahu dan mengenali apa yang Anda senangi. Kebanyakan orang, yang puas dengan pekerjaannya, mengakui mereka mencintai pekerjaan dan berhasil membuktikan dalam performa kerja sehari-hari yang maksimal dan tanpa beban. Kemampuan mengenali apa yang Anda sukai menjadi motivasi diri paling ampuh untuk tetap membuat seseorang bahagia dan sukses dalam pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><strong>Tips</strong> : Buat daftar pekerjaan atau profesi yang Anda senangi, sebebas apa pun tanpa pagar, lalu beri rating mulai 1 hingga 10, berangkat dari yang paling Anda suka menuju ke pekerjaan impian pada urutan ke-10.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Pelajari lagi dimana letak kemampuan Anda</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Boleh jadi Anda telah menemukan pekerjaan apa yang paling Anda senangi, namun pastikan untuk tetap realistis. Eksplorasi kembali bakat Anda untuk membantu menemukan pekerjaan yang tepat dan mengidentifikasi pilihan karier yang jelas.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><strong>Tips</strong>: Coba ikuti tes bakat online atau cari konsultan karier yang cocok untuk Anda. Bisa jadi cara ini mempermudah Anda memposisikan diri dimana kemampuan Anda seharusnya disalurkan.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Tambah skill melalui training atau pusat pendidikan khusus</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Sejumlah profesi menuntut skill khusus atau latar belakang pendidikan tertentu. Pelatihan, seminar, atau jalur pendidikan dapat meningkatkan skill Anda, maka manfaatkanlah. Kenali dulu kemampuan apa yang harus ditambah untuk mendukung karier, dan tetaplah realistis. Biaya pendidikan, waktu, lokasi, dan perencanaan yang matang, harus menjadi pertimbangan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><strong>Tips</strong> : Bagi pemula, bisa menggunakan jalur magang, sedangkan bagi yang sudah berpengalaman jangan sungkan belajar lagi melalui jalur pendidikan formal yang bisa menguatkan skill Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Tentukan perusahaan yang tepat untuk Anda</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Kesulitan utama dari pencari kerja adalah menentukan perusahaan mana yang paling tepat untuk Anda. Bisa jadi Anda sudah menentukan di bidang apa Anda akan berkarier sesuai dengan karakter dan bakat Anda, namun menjadi sulit untuk memastikan perusahaan mana yang lebih cocok sebagai batu loncatan Anda. Jaringan yang luas bisa sangat membantu Anda mengenali karakter perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><strong>Tips</strong> : Hubungi dan jalin komunikasi yang baik dengan ikatan alumni atau teman Anda yang memiliki kesamaan karakter atau profesi yang Anda inginkan, untuk mencari informasi yang bisa menguatkan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Kendalikan pikiran dengan lebih positif</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Memfokuskan pikiran kepada hal yang positif terbukti membantu Anda menarik kekuatan untuk mendapat karier yang cerah. Biasakan berpikir terbuka, belajar mengendalikan stres lebih efektif, mengenali diri kapan harus menggenjot performa, kapan bisa meregangkan urat saraf, dan menemukan  jalan untuk mencegah diri menjadi frustrasi karena pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><strong>Tips</strong> : Kendalikan diri dan pikiran untuk selalu positif, dan bekerjalah tanap beban. Dijamin cara ini menggiring Anda pada kesuksesan karier.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: LiveStrong, Kompas.com Tanggal 28-1-2010</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/idea/5-cara-agar-mampu-berkembang-dalam-karir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Idea]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Karir Berkembang]]></coop:keyword>
	</item>
		<item>
		<title>Ingin Meminta Kenaikan Gaji?</title>
		<link>http://hendrayeo.com/idea/ingin-meminta-kenaikan-gaji/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/idea/ingin-meminta-kenaikan-gaji/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 13:36:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Meminta Kenaikan Gaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Banyak perusahaan yang mendesak karyawannya untuk melakukan tugas-tugas baru yang dulu bukan merupakan tanggung jawabnya. Anda mungkin akan menerima hal ini dengan keluh-kesah, tapi dengarkan dulu. Bagaimana jika Anda menerima tugas ini sebagai tantangan? Bekerjalah dengan sebaik-baiknya, karena bila performa Anda sangat baik, Anda dapat menjadikan hal ini senjata untuk menodong kenaikan gaji, di luar]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/02/salary-pay-raise.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-136" title="salary pay raise" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/02/salary-pay-raise.jpg" alt="" width="191" height="190" /></a>Banyak perusahaan yang mendesak karyawannya untuk melakukan tugas-tugas baru yang dulu bukan merupakan tanggung jawabnya. Anda mungkin akan menerima hal ini dengan keluh-kesah, tapi dengarkan dulu. Bagaimana jika Anda menerima tugas ini sebagai tantangan? Bekerjalah dengan sebaik-baiknya, karena bila performa Anda sangat baik, Anda dapat menjadikan hal ini senjata untuk menodong kenaikan gaji, di luar kenaikan gaji berkala.<span id="more-133"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun, banyak orang yang merasa risih untuk meminta kenaikan gaji, apalagi jika atasan tidak menampakkan tanda-tanda peduli pada beban kerja Anda. Agar Anda tidak terlihat sok tau, atau tidak tahu diri, ini yang harus Anda lakukan untuk mengajukan permohonan kenaikan gaji:</p>
<p>1. Riset</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Gunanya, memastikan bahwa Anda memang layak mendapatkan kenaikan gaji. Rate gaji memang tergantung pada tipe perusahaan, bidang yang Anda jalani, dan tentunya kemampuan Anda sendiri. Coba cek seberapa besar gaji karyawan di tempat lain dengan level Anda, untuk mendapat gambaran berapa seharusnya Anda minta kenaikan. Pelajari pula aturan promosi atau perhitungan kenaikan gaji di perusahaan Anda. Siapa yang punya kekuasaan untuk membuat keputusan mengenai gaji? Apakah setiap orang dalam range gaji Anda memperoleh kenaikan yang sama? Pastikan juga bahwa kondisi keuangan perusahaan Anda dalam keadaan sehat. Nah, gunakan informasi ini sebagai justifikasi untuk kenaikan gaji Anda.</p>
<p>2. Tunjukkan kerja keras Anda</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Apakah Anda layak mendapat kenaikan? Mungkin iya, tetapi pastikan atasan Anda sudah melihat hasil kerja keras Anda. Anda sudah bekerja melebihi target, dan mampu memegang tanggung jawab lebih besar terhadap pekerjaan. Ini bukan saatnya bagi Anda untuk merendahkan diri. Tulis semua pencapaian Anda, dan tunjukkan bahwa Anda sudah siap untuk menunjukkan performa yang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Iklankan pencapaian Anda</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Ekspresikan nilai Anda untuk perusahaan, caranya dengan memberikan daftar aktivitas tambahan yang sudah Anda lakukan untuk mencapai tugas-tugas Anda. Di jaman ketika banyak perusahaan kerap melakukan PHK, hal ini memang umum dilakukan. Apakah Anda mampu menangani pekerjaan yang biasanya dilakukan dua atau tiga orang? Mungkin memang butuh kerja keras, tapi bila Anda memang mampu, Anda berhak meminta reward. Buat perkiraan nilai dari tugas-tugas tersebut, dan sarankan suatu upgrade dalam gaji Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Fleksibel</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Anda bisa saja mengajukan angka tertentu sebagai kenaikan gaji, tetapi jangan jadikan harga mati. Tetap tawarkan untuk negosiasi, dan pertimbangkan semua keuntungan yang ditawarkan perusahaan, misalnya asuransi, mengikuti training, atau dinas ke luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Tunggu waktu yang tepat</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Jika perusahaan sudah memiliki musim kenaikan gaji, mungkin hal ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengajukan kenaikan ekstra, sehingga dapat dimasukkan ke dalam kompensasi yang akan dibicarakan. Tentu saja hal ini juga tergantung pada situasi keuangan perusahaan. Bersabarlah, dan tunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">
<p style="text-align: justify;">Sumber : Investopedia, Kompas.com Tanggal 29-1-2010</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/idea/ingin-meminta-kenaikan-gaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Idea]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Cara Meminta Kenaikan Gaji]]></coop:keyword>
	</item>
		<item>
		<title>Terlambatkah Mengubah Karir Di Usia 30-an?</title>
		<link>http://hendrayeo.com/concern/terlambatkah-mengubah-karir-di-usia-30-an/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/concern/terlambatkah-mengubah-karir-di-usia-30-an/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 07:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Concern]]></category>
		<category><![CDATA[Karir yang sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[Mengubah Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan tabel perkembangan versi Roger Gould, psikiater Amerika dan pemerhati perkembangan psikologi usia dewasa, pada rentang usia 35-43 tahun, seseorang mengalami periode urgensi untuk mencapai tujuan hidup. Ia mulai memiliki kesadaran terhadap adanya keterbatasan waktu dalam memenuhi tuntutan aktivitas sehari-hari dan butuh menyusun kembali tujuan hidupnya. Krisis paruh baya Menurut Gould pula, usaha menangani krisis]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/01/workingwowen.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-131" title="workingwowen" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/01/workingwowen.jpg" alt="" width="400" height="250" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tabel perkembangan versi Roger Gould, psikiater Amerika dan pemerhati perkembangan psikologi usia dewasa, pada rentang usia 35-43 tahun, seseorang mengalami periode urgensi untuk mencapai tujuan hidup. Ia mulai memiliki kesadaran terhadap adanya keterbatasan waktu dalam memenuhi tuntutan aktivitas sehari-hari dan butuh menyusun kembali tujuan hidupnya.<span id="more-130"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Krisis paruh baya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Gould pula, usaha menangani krisis kehidupan pada usia paruh baya dan adanya kesadaran terhadap perasaan urgensi untuk mengatasi &#8220;krisis hidup&#8221; ini merupakan reaksi alami. Reaksi ini akan membantu individu menuju jalan lebih matang. Upaya untuk bisa menghadapi dan mencari jalan keluar terhadap kondisi ini akan semakin membuka pintu mencapai kedewasaan seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;">Usia 30-an merupakan awal periode tengah baya. Anda cenderung melihat peristiwa-peristiwa penting dalam hidup saat ini seolah &#8220;memaksa&#8221; Anda mengadakan penataan kembali atas tujuan hidup Anda. Sebagai langkah awal, pikirkan kembali apa tujuan hidup Anda. Ini akan memudahkan Anda menentukan prioritas pilihan karier/kerja setelahnya. Renungkan kembali pertanyaan-pertanyaan ini:</p>
<p style="text-align: justify;">- Mengapa saya harus bekerja?</p>
<p style="text-align: justify;">- Apa saja yang telah saya capai dalam hidup? Apa lagi yang ingin saya capai?</p>
<p style="text-align: justify;">- Cara-cara apa saja yang dapat saya lakukan untuk mendapatkan, merasakan, dan mengalami karier/pekerjaan yang lebih berarti?</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, pertimbangan yang ingin Anda gapai saat ini adalah untuk mencari peluang kerja baru karena lebih merasa tidak mengalami peningkatan karier setelah 5 tahun bekerja. Adapun dari segi penghasilan, Anda merasa cukup. Pikirkanlah lagi apa yang Anda harapkan dengan adanya peningkatan karier tersebut? Apakah karena terlanda jenuh dan ingin jenis tugas dan tantangan baru? Apakah karena jenuh dan ingin tugas lebih sulit dan kompleks? Apakah demi meraih rasa bangga dan percaya diri yang lebih sehat, dengan jabatan baru yang terkesan lebih kredibel? Apakah ingin suasana kerja baru, ingin mendapatkan wawasan baru, atau ingin memperluas networking dengan pihak internal dan eksternal kantor sesuai kapasitas baru nanti?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaatkan evaluasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya, jika pilihan mengarah pada mempertimbangkan terlebih dulu kemungkinan meminta promosi di kantor Anda sekarang, maka manfaatkan periode evaluasi performance appraisal secara optimal. Dengan begitu, Anda bisa membicarakan dengan obyektif apa saja kekuatan, aspek yang perlu dikembangkan, dan peluang peningkatan karier Anda saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Carilah waktu untuk berdiskusi dengan atasan dan pihak berwenang mengenai hal ini sehingga Anda akan segera tahu tindakan praktis yang perlu ditempuh untuk kemajuan karier Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Banting setir</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda sempat terpikir untuk &#8220;banting setir&#8221; ke sebuah lahan pekerjaan yang jauh dari tempat bekerja sebelumnya, maka penting untuk membekali diri lebih banyak. Untuk memahami pengetahuan, sertifikasi keahlian yang akan dibutuhkan, dan nilai pekerjaan apa yang perlu dimiliki. Introspeksi diri, apakah sikap dan perilaku Anda cenderung sejalan dengan sikap dan perilaku yang dibutuhkan di tempat kerja selanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk hasil lebih optimal, coba bicarakan dengan psikolog yang tepercaya. Dengan begini, Anda bisa mendiskusikan minat vocational Anda, sesuai bakat, keterampilan, dan peluang yang ada di depan. Selamat berjuang dalam menggali potensi diri demi meraih karier/kerja yang paling sesuai bagi Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">(Donna Turner, Praktisi Sumber Daya Manusia Experd/Majalah Chic)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Kompas.com Tanggal 13-1-2010</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/concern/terlambatkah-mengubah-karir-di-usia-30-an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Concern]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Karir yang sesuai]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Mengubah Karir]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Pilihan Karir]]></coop:keyword>
	</item>
		<item>
		<title>Siapkan Dana Pensiun Anda!</title>
		<link>http://hendrayeo.com/concern/siapkan-dana-pensiun-anda/</link>
		<comments>http://hendrayeo.com/concern/siapkan-dana-pensiun-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 11:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Yeo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Concern]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Pensiun Dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hendrayeo.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Boleh jadi usia Anda saat ini masih dalam kategori produktif. Anda pun masih sanggup membiayai kebutuhan keluarga dan bisa memanjakan diri sendiri. Namun bagaimana jika usia sudah beranjak menua, 20 atau 30 tahun ke depan, saat secara fisik Anda tak lagi produktif, apakah tabungan di rekening bank mampu mengejar nilai barang yang pastinya akan terus]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/01/pensiun.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-126" title="pensiun" src="http://hendrayeo.com/wp-content/uploads/2010/01/pensiun.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a>Boleh jadi usia Anda saat ini masih dalam kategori produktif. Anda pun masih sanggup membiayai kebutuhan keluarga dan bisa memanjakan diri sendiri. Namun bagaimana jika usia sudah beranjak menua, 20 atau 30 tahun ke depan, saat secara fisik Anda tak lagi produktif, apakah tabungan di rekening bank mampu mengejar nilai barang yang pastinya akan terus naik setiap tahunnya?<span id="more-125"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hitung kembali saldo Anda. Jika dikalkulasikan dengan pertumbuhan inflasi 10 per tahunnya, dan bunga tabungan yang hanya 5 persen per tahun, Anda akan menemui sejauh mana tabungan konvensional di bank mempunyai daya beli kuat mengimbangi inflasi ke depannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Istilah pensiun berlaku terhadap seseorang yang sudah produktif pada usia tertentu, 50 &#8211; 60 tahun. Namun tak sedikit orang pada usia ini masih bekerja dan mencari nafkah dikarenakan mereka tidak menyiapkan dana pensiun sejak masih produktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Masa produktivitas bisa saja berkurang, namun biaya hidup terus meningkat. Anda juga boleh pensiun, tetapi biaya hidup tidak akan pernah pensiun. Pertanyaan penting yang harus segera dijawab adalah bagaimana persiapan Anda sebelum pensiun?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa pilihan untuk mempersiapkan dana pensiun Anda. Berbisnis, menabung konvensional di bank, atau investasi. Masing-masing memiliki nilai lebih, di antaranya :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Berbisnis atau membuka usaha sampingan</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Membuka usaha sampingan bisa sangat menguntungkan, karena biasanya dengan membuka usaha, bisa didapat hasil yang besar dalam tempo yang lebih cepat. Tetapi Anda harus siap dengan segala konsekuensi bisnis.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Setidaknya pebisnis harus siap dengan sejumlah hal seperti:</p>
<ul>
<li>Pertumbuhan permintaan dan penawaran (supply-demand).</li>
<li>Produksi.</li>
<li>Sikap mental seperti kesabaran, ketekunan, dan komitmen yang akan sangat menentukan kesuksesan bisnis.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Jika berbisnis menjadi pilihan, memang pertumbuhan uang akan sangat progresif. Apalagi jika Anda memilih usaha yang tak memerlukan modal besar seperti jasa konsultan. Berapa nilai dana yang akan terkumpul dari cara ini akan bergantung penuh pada usaha Anda menjalankan bisnis.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Jumlahnya bisa sangat besar, yang artinya simpanan dana pensiun Anda di masa mendatang pun bernilai tinggi sejalan dengan aset dan produktivitas bisnis yang terus berkembang.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Menabung secara rutin</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Setiap orang pastinya memiliki rekening tabungan konvensional di bank pilihan. Bagi karyawan, uang gaji disisihkan sekian persen untuk ditabung. Cara ini sah saja jika lebih memungkinkan untuk Anda. Namun harus siap dengan resikonya, yakni:</p>
<ul>
<li>Daya beli menurun di masa mendatang, artinya nilai dana yang Anda simpan di bank akan tak sebanding nilai kebutuhan di masa mendatang.</li>
<li>Pajak,  Jika Anda menabung seratus juta di bank, pemerintah akan memotong pajak sebesar 20%. Artinya, nilai dana tabungan akan menurun.</li>
<li>Inflasi dengan pertumbuhan rata-rata 10 persen per tahun. Artinya, 20 tahun mendatang nilai dana Anda tidak mampu mengimbangi tingginya harga kebutuhan dasar. Karena bunga hanya berada dalam kisaran 5 persen, tingginya inflasi masih belum menutupi kebutuhan.</li>
<li>Sikap tidak disiplin. Banyak keluarga menetapkan berbagai pos pengeluaran terlebih dahulu, baru kemudian ”sisanya” ditabung. Cara ini membuat tabungan tidak optimal dan cenderung akan dikorbankan apabila ada pengeluaran tambahan di luar yang rutin.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">3. Investasi</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Instrumen investasi bisa beragam. Pilih yang paling tepat untuk Anda, apakah saham, obligasi, reksadana, asuransi, atau lainnya yang bersifat investasi jangka panjang (long term investment).</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Bicara asuransi, menurut Adhie, produk tabungan berjangka atau rencana dewasa ini disertai fitur asuransi. Dengan demikian, target dana atau rencana yang diinginkan dapat tetap tercapai meskipun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Besaran nilai investasi pada tahap ini kembali kepada tujuan Anda, seberapa besar nilai dana pensiun yang ingin Anda kumpulkan dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada intinya, pilih instrumen investasi yang bisa menumbuhkan dana di atas bunga deposito dengan merujuk kepada nilai masa depan atau future value. Dengan perencanaan tepat, di saat waktu pensiun tiba (bisa jadi pensiun dini), simpanan Anda sudah mampu membiayai hidup Anda sepenuhnya di masa mendatang. Jadi, siap memulainya sekarang?</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Kompas.com Tanggal 14-1-2010</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://hendrayeo.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hendrayeo.com/concern/siapkan-dana-pensiun-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
			<coop:keyword><![CDATA[Concern]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Dana Pensiun]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Hari Tua]]></coop:keyword>
		<coop:keyword><![CDATA[Pensiun Dini]]></coop:keyword>
	</item>
	</channel>
</rss>

