Hidup Tanpa Kartu Kredit

Hendra Yeo | Concern | March, 01 2010 | 3 Comments

Alasan kepraktisan, kemudahan, dan cicilan saat hati tergoda barang tertentu yang tak mampu dibeli secara tunai menjadi daya tarik bagi kebanyakan orang mengisi formulir aplikasi kartu kredit yang semakin mudah saja didapatkan.

Ironisnya, pengguna kartu kredit pun menyadari bahwa mereka tengah berutang dari sekadar menggesek kartu kredit. Jika sudah mulai kapok memanjakan diri dengan kartu kredit dan berniat berhenti dari ketergantungan, terima tantangan dan segera mulai langkahnya :

1. Atur keuangan, bayar semua utang!

Segera sisihkan uang bulanan untuk membayar utang kartu kredit, mulai dari kartu kredit dengan bunga tertinggi. Disiplinkan diri untuk mulai membayar secara bertahap semua utang dan ingatkan diri sendiri untuk tidak lagi berutang melalui kartu kredit. Begitu sudah membayar semua kewajiban keuangan, Anda sudah memulai langkah awal hidup tanpa kartu kredit.

2. Merencanakan pengeluaran bulanan sesuai pos

Rencanakan keuangan bulanan dengan menyiapkan anggaran pengeluaran, termasuk cicilan rumah, perlengkapan rutin bulanan, makan, transportasi, pakaian, dan entertainment.

3. Mengubah pola hidup

Cermati kembali gaya hidup Anda dan pangkas apa yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dilakukan. 80 persen gaji kita terutama perempuan digunakan untuk entertainment, belanja barang diskon, dan ini merupakan pemborosan yang seharusnya bisa dihindari. Lebih mengkhawatirkan lagi, kita belanja dengan berutang menggunakan kartu kredit. Artinya, kita menggunakan uangnya tanpa peduli sejauh mana bisa membayar utang dan bunganya. Hidup tanpa kartu kredit sebenarnya bentuk pengorbanan atas kepuasan sesaat untuk mendapatkan tujuan jangka panjang yang lebih menguntungkan.

4. Gunakan kartu debit jika dibutuhkan

Kebiasaan kita berbelanja kebutuhan dengan kemudahan pembayarannya sebenarnya bisa diatasi dengan kartu debit. Kita tidak berutang karena uang di rekening bank kita sendiri yang digunakan untuk membayar kebutuhan. Kartu debit juga lebih praktis karena kitaa tak perlu membawa uang tunai, bukan? Hampir setiap toko sudah menyediakan layanan ini, jadi tak ada alasan kita masih kecanduan kartu kredit.

5. Berkomitmen menyisihkan gaji untuk tabungan

Mulai membangun kebiasaan menabung dengan menyisihkan gaji bulanan sekecil apa pun nilainya karena akan menyelamatkan masa depan kita. Jika saldo rekening bank kita terus bertambah, sewaktu-waktu kita membutuhkan dana darurat untuk operasi besar, misalnya, kita tidak semakin tertekan dengan utang karena bergantung pada kartu kredit.

Sudah siapkah berperang melawan kecanduan kartu kredit?

Sumber: LiveStrong, Kompas.com Tanggal 29-1-2010

  • Share/Bookmark
If you like this Post, Let's share to the others
Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook Twitter


  1. saya belum punya kartu kredit.

    Alasannya, karena ortu berpikir jika anak yang belum punya kerja pasti akan boros dalam soal keuangan, misal: traktir teman, beli2 barang, dsb.

    Tapi kalo sudah kerja pasti akan tau gimana susahnya nyari Rp. 1,-

  2. Hendra Yeo

    Ya begitu lah bro, tunggu nanti bro udah kelar kuliah dan sudah dianggap dewasa dan mandiri baru bikin bro tapi seperlunya saja.

  3. Mas sudah coba belum mas. Salam kenal.

© Copyright Reserved Hendra Yeo dot Com 2009. | Register | Log in
Design by: Bingo and Code by: Moon Bingo | Bingo Sites | Free Bingo