10 Tanda Saatnya Anda Resign

Hendra Yeo | Concern | March, 09 2010 | 5 Comments

Sebuah polling dilakukan oleh Gallup Poll terhadap karyawan-karyawan di Amerika, mendapati bahwa sebanyak 71 persen respondennya merasa tidak kerasan dengan pekerjaan/tempat kerjanya. Apa yang harus dilakukan? Tetap menjalani pekerjaan meski merasa tidak bahagia atau mencari pekerjaan baru dengan harapan akan mendapatkan tempat yang bisa lebih membahagiakan?

Pilihan pindah kerja ke tempat yang lain ada di tangan Anda. Berikut adalah 10 tanda untuk Anda perhatikan, jika salah satu atau beberapa tanda ini Anda rasakan, maka sudah saatnya Anda memikirkan untuk pindah kerja.1. Rekan kerja yang mengesalkan

Rekan kerja bisa jadi sangat menyenangkan, tapi ada juga yang sangat menyebalkan. Bukan hal yang mengesalkan ketika Anda mendapatkan rekan kerja yang menyenangkan. Namun, bagaimana caranya bisa menyelesaikan pekerjaan ketika rekan kerja Anda kerjanya bikin kesal? Entah itu membuat Anda kesal dengan caranya yang suka menyindir, datang terlambat, pulang cepat, bicara keras di telepon, mengecilkan Anda di muka umum, atau senang mengganggu Anda di jam kerja dengan gosip-gosipnya? Jika memang rekan kerja yang seperti itu ada lebih dari 1 atau lebih dari yang bisa Anda hadapi, maka sudah saatnya Anda mencari tempat kerja baru, entah minta relokasi divisi atau tempat duduk, atau pindah perusahaan.

2. Tak semangat berangkat kerja

Setiap Minggu malam, Anda pun bersungut-sungut memikirkan keesokan hari yang berarti Anda harus berangkat ke kantor lagi. Ketika Anda menghabiskan lebih dari 40 jam dalam seminggu untuk bekerja, rasa tak malas berangkat bekerja adalah hal terakhir yang seharusnya ada di pikiran Anda. Jika memang itu yang terjadi, maka sudah saatnya Anda memikirkan untuk mengganti pekerjaan.

3. Teramat jenuh

Kebanyakan orang senang untuk menyukai tantangan di pekerjaannya. Jika pekerjaan Anda mulai terasa mudah atau berulang, maka ini adalah tanda bahwa Anda butuh tanggung jawab atau perubahan peran dalam pekerjaan. Tapi jangan salah artikan kebosanan dengan kemalasan. Ada perbedaan besar antara menonton YouTube seharian sementara pekerjaan menumpuk di sebelah Anda dengan menonton YouTube seharian karena pekerjaan sudah Anda selesaikan semua sejak pagi.

4. Perusahaan dalam masalah

Keadaan ekonomi dunia saat ini masih belum stabil benar. Jika Anda merasa perusahaan memiliki masalah dengan keuangan atau kesulitan untuk bisa tetap berdiri, jangan lalu ambil langkah gegabah. Tanyakan kepada atasan Anda keadaan yang sebenarnya, baru pikirkan langkah berikutnya. Jika memang menuju titik nol, ada baiknya Anda memikirkan untuk pindah perusahaan.

5. Tak merasa kerasan

Amat penting bagi seseorang untuk bisa merasa kerasan. Jika kompetisi yang ada di perusahaan terasa tidak adil, kolega Anda mencuri ide, ada konflik etika dan nilai antara Anda dengan perusahaan, atau mungkin tidak sepaham dengan kebijakan manajemen, mungkin sudah saatnya Anda mencari perusahaan yang bisa memberikan hal-hal krusial tersebut bagi Anda.

6. Bos yang tak menyenangkan

Percaya atau tidak, hubungan Anda dengan atasan memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan profesional Anda, secara kebahagiaan dan sukses. Lagipula, bahkan pekerjaan terbaik pun akan menjadi sangat tidak menyenangkan ketika Anda berhadapan dengan bos yang menyebalkan. Jika Anda tidak memiliki cara pandang atau visi yang sama atau atasan Anda tidak bisa dipercaya atau tidak suka melihat Anda maju, maka sudah saatnya Anda mencari tempat dengan atasan baru.

7. Karier jalan di tempat

Anda sudah melakukan pekerjaan yang sama selama beberapa tahun belakangan ini, Anda sudah siap mendapatkan tanggung jawab baru. Atau Anda sudah kehilangan gairah untuk melakukan apa yang biasanya Anda sukai. Atau Anda bekerja di perusahaan yang tidak bisa memberikan pekerjaan berbeda dengan yang sedang emban. Cobalah untuk membicarakan tentang kemungkinan peran atau tanggung jawab baru yang bisa Anda lakukan, atau mencoba tugas yang berbeda. Ekspresikan pada atasan Anda mengenai keinginan untuk membangun kemampuan dan cara untuk mencapai gol Anda. jika tak ada alternatif lain yang bisa Anda coba, mungkin sudah saatnya Anda mencoba mencari tempat baru.

8. Anda tidak dihargai

Penghargaan atas prestasi memiliki peran cukup penting. Perasaan bahwa Anda sudah memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan akan menjadi hal yang baik untuk Anda. Jika perusahaan Anda tidak melakukan hal apa pun untuk menghargai hasil karya Anda, maka Anda akan merasa tersia-sia atau tak dianggap.

9. Lingkungan kerja tak menyenangkan

Tempat kerja yang memiliki energi negatif atau moral rendah akan menguras setiap karyawannya, bahkan yang pada awalnya memiliki energi positif sekali pun. Jika Anda selalu merasa stres, depresi, atau sifat periang Anda berubah menjadi negatif, mungkin sudah saatnya Anda mengeksplor pilihan pekerjaan lain di luar sana.

10. Kelelahan

Terlalu banyak proyek yang ditangani sama dengan jadwal kerja yang berlebihan. Jika hal ini hanya terjadi sesekali saja, mungkin bisa membantu Anda untuk memacu diri, dan bersifat sebagai tantangan baru untuk Anda. Tapi proyek demi proyek seakan tak ada ujungnya dan terus berulang, pulang tengah malam, kehidupan sosial Anda pun hilang begitu saja, maka sudah saatnya Anda membantu diri sendiri dengan mencari pekerjaan baru.

  • Share/Bookmark
If you like this Post, Let's share to the others
Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook Twitter


  1. Wah kayaknya saya mengalami beberapa diantaranya nih.

  2. waduh sudah lama tidak berkunjung bro…
    ternyata webnya makin bagus n ciamik aja nih..

    mengenai 10 ciri2 keluar dari perusahaan, saya rasa itu tergantung pribadi masing2 yah. kalo dia memang butuh duit $ untuk hidup, pasti dia akan menyingkirkan semua ego, kemalasan, gengsi, dll yang ada pada dirinya…

  3. thx pak hendra, tulisan anda sangat bagus sekali. saya juga sedanng mengalami dilema. Saya semakin jenuh dengan rutinitas kantor, beberapa lama saya mencoba bertahan dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat sampai suatu ketika saya sudah di titik jenuh, “saya ingin keluar”. Masalahnya saya tidak punya “cadangan” lain (tidak ada tawaran pekerjaan lain), namun saya merasa tertarik untuk memperdalam satu ilmu yang saya pikir punya prospek pada masa depan saya nanti, hanya saja hasilnya memang belum terlihat. Orang tua tentu saja tidak setuju dengan keinginan saya, apalagi saya belum menunjukkan apapun dari upaya yang saya yakini itu. bagaimana ya sebaiknya?

  4. Hendra Yeo

    Thx bro

  5. Hendra Yeo

    Thx bro Setiawan atas kunjungannya. Kalo menurut saya sih, bro persiapakan/matangkan dulu pekerjaan baru/bisnis yang ingin bro geluti nantinya sambil menggeluti pekerjaan sekarang walaupun sudah merasa jenuh. Sehingga nanti tidak ada ‘kekosongan’ pada saat bro memutuskan keluar dari kantor bro sekarang ini karena pekerjaan/bisnis baru yang bro idamkan telah menanti untuk bisa langsung dijalankan. Dengan demikian, orang tua tentulah akan melihat keseriusan bro mempersiapkan ‘loncatan’ tersebut dan akhirnya akan mendukung penuh.

© Copyright Reserved Hendra Yeo dot Com 2009. | Register | Log in
Design by: Bingo and Code by: Moon Bingo | Bingo Sites | Free Bingo